Bahasa Duri
Mangngulang
A1: Budaraka pondan inde'? B1: Ie', buda ia. Duangrupa. Den to dikande, den too to te'da nadikande. Ia to dikande kembua,ia to te'da nadikande, anggennara daunna. A2: Dikabua' apara to pondan te'da nadikande? B2: Dikabua'i ulang tannun. Apa ia to tojolo nakabua' ade'na dodo. A3: Matumbara ke dikabua'i ulang? B3: Ia to dikabua' ulang, ia to daun malollo'na. Dialai na dibaa lako bola, namane' dikarrukdikua namessun bannangna. A4: Matumbara ke mangkarruk pondanki'? B4: Iake mangkarruk pondan, dii'ba'-i'ba' sibiccu'i to daun pondan namane' dipatamakajaoh to dii'ba', mane' dirui'. Apa makattik to lima ke nakannai. A5: Dipatumbami ke mangkai dikarruk? B5: Dialloi jolo' joo bannangna. Iana makasemo diananmi na menjaji ulang tannun. Iamo nadisanga ulang tannun. Anggemi. Malemira dibaluk lako pasa'. A6: Sipirang da'para to simesa' ulang? B6: Sipatang da'pa. A7: Sipirara allinna to simesa' ulang? B7: Sikaruapulona ruppia. Na gaja bo'jo'ki' ngkabua'i namane' jaji simesa' ulang.
|
Bahasa Indonesia
Membuat tali
A1: Banykkah nenas di sini? B1: Ya, banyak. Duan macam. Ada yang dimakan, ada juga yang tidak dimakan. Yang dimakan ada buahnya, yang tidak dimakan tidak berbuah, yang ada hanya daunnya. A2: Dibuat apa nenas yang tidak dimakan? B2: Dibuat tali tenun. Tapi orang-orang dahulu, katanya, mereka buat sarung. A3: Bagaimana caranya kalau dibuat tali? B3: Yang dibuat tali adalah daun mudanya. Daun mudah itu diambil dan dibawa ke rumah, baru dikeruk supaya keluar seratnya. A4: Bagaimana caranya kalau kita mengeruk daun nenas? B4: Kalau kita mengeruk daun nenas, dibelah-belah kecil daun nenas itu kemudian dimasukkan ke dalam bambu yang dibelah, kemudian ditarik. Akan tetapi tangan menjadi gatal kalau disentuh. A5: Bagaimana lagi kalau sudah selesai dikeruk? B5: Dijemur dahulu seratnya. Kalau sudah kering dianyam supaya menjadi tali tenun. Itulah sebabnya disebut tali tenun. Selesailah. Sesudah itu ia dijual di pasar. A6: Berapa depa satu tali? B6: Empat depa. A7: Berapa harga satu tali? B7: Delapan puluh rupiah. Kita sangat capek membuatnya baru bisa jadi satu tali.
|